Showing posts with label Buku dan Kitab. Show all posts
Showing posts with label Buku dan Kitab. Show all posts

Monday, August 22, 2011

Siri Tadah Kitab; Tahrirul Mar'ah Jilid 1 dan 2


Bismillahirrahmanirrahim.

Tidak dinafikan, kebanyakan peranan wanita tidak terlihat jelas akibat dari pengaruh budaya masyarakat yang melihat wanita sebagai golongan yang lemah dan tidak lebih baik berbanding lelaki. Ramai melihat peranan wanita dari kaca mata budaya berbanding dari apa yang telah termaktub di dalam Al-Qur’an dan Hadith. Malah dari sudut keilmuan, penafsiran hadith yang tidak melihat kepada content (isi) dan konteks juga menyebabkan salah faham ini menjadi sandaran turun temurun.

Yang paling merbahaya, salah faham ini dijadikan hujah oleh puak-puak extremist yang mengongkong wanita dengan agama, dan puak feminist yang kononnya memperjuangkan hak kesamarataan antara wanita dan lelaki.

Menadah Kitab Tahrirul Mar’ah (Kebebasan Wanita) karangan Imam Abdul Halim Abu Syuqqah memberikan pencerahan kepada ertikata 'kebebasan' yang sebenar. Ia bukanlah kebebasan yang sama yang cuba dibawakan oleh golongan 'feminist' yang mengambil pengertian bebasnya wanita itu adalah seperti lelaki dan haknya juga sama seperti lelaki. Malah bukan juga kebebasan yang disalah ertikan oleh golongan extrimist yang mengambil hadith-hadith sahih namun tidak meletakkan ia sesuai pada tempatnya lalu menjadi nilaian wanita sebagai kurang akal atau kurang agama.

Kebebasan Wanita yang cuba dibawa oleh Islam bermaksud, membebaskan wanita dari kongkongan pemikiran yang jumud dan salah faham akan peranan wanita yang sebenarnya. Allah telah meletakkan kedudukan wanita di tempat yang tertinggi sesuai dengan peranannya yang menyempurnakan kekurangan lelaki. Keduanya di ciptakan berbeza untuk melengkapi, bukan berbeza untuk membuktikan diri lebih baik dari yang lain.

Sesi Tadah Kitab kali ini membawa kami menonton semula filem “Wanita Berkalong Sorban” (biarpun masih ramai yang belum menontononya). Terkenang kata-kata Ustazah Haslina, “..dalam filem ini terkandung jawapan kepada persoalan yang dibincangkan di dalam kitab ini.” Merujuk kepada Kitab Tahrirul Mar’ah jilid satu.

Perbincangan berkisar soal peranan sebenar wanita dalam Islam dan letak duduknya hukum bagi wanita dalam beberapa perkara. Malah persoalan hak wanita juga banyak ditekankan di dalam kitab ini. Sebagai contoh hukum wanita terlibat di dalam peperangan dan hijrah, hak wanita meminta penceraian, keikutsertaan dalam menjaga masyarakat, hak untuk mendapat pendidikan, dan lain-lain lagi.

Bab terakhir dalam jilid pertama menekankan mengenai salah faham dan silap tafsiran terhadap hadith-hadith Nabi yang menunjukkan kelemahan dan kekurangan wanita berbanding lelaki. Hadith-hadith inilah yang kebanyakannya menjadi sandaran pihak feminist dan extremist yang menyalah tafsir hadith ini demi kepentingan masing-masing.

Di dalam jilid yang kedua, melalui sirah Rasulullah s.w.t, beliau telah mengangkat darjat wanita ke tempat yang tinggi dan mulia. Beberapa sosok wanita mulsimah yang diangkat namanya pada zaman Rasulullah ditampilkan karekter dan peranannya sehingga diberi pengiktirafan oleh Rasulullah s.w.t sendiri. Peranan dan karekter inilah yang perlu dicontohi oleh Muslimah masa kini.
"Barangsiapa yang menghendaki kebaikan dunia, hendaklah berilmu. Barangsiapa yang menghendaki kebaikan Akhirat, hendaklah beilmu. Dan barangsiapa yang menghendaki kebaikan dari keduanya, hendak pula dengan ilmu" (hadis).
Alhamdulillah. Semoga sesi tadah Kitab yang seterusnya dalam memberi banyak lagi ilmu kepada kaum wanita mengenali diri dan potensi mereka yang sebenar. InsyaAllah.


Tahrirul Mar'ah-Abdul Halim Abu Syuqqah [Edisi Muqaddimah]




Bismillahhirrahmanirrahim.

Kebebasan Wanita (Tahrirul Mar'ah) ; Jilid 1 karangan Imam Abdul Halim Abu Syuqqah.

Sinopsis Buku:

Belakangan ini muncul berbagai kajian tentang masalah wanita. Sayangnya, kajian tersebut berpijak pada hadits-hadits maudhu' atau mendekati maudhu sehingga merebak pandangan yang disifatkan sebagai membela hak kaum wanita agar sama dengan kaum laki-laki (feminisme) atau sebaliknya pandangan yang mengantarkan kaum wanita pada kebodohan dan keterbelakangan (konsep jahiliah). Sangat jarang sekali kita temukan kajian yang mengangkat karakteristik kemanusiaan wanita sekaligus membebaskannya dari belenggu tradisi jahili sebagaimana rentangan sejarah para sahabat dan shahabiyah. Lewat hadits-hadits sahih Bukhari dan Muslim kita akan menemukan konsepsi Islam yang sarat dengan pengakuan atas keberadaan dan kiprah wanita dalam berbagai bidang kehidupan.

Kajian yang membebaskan tersebut dapat kita baca dalam buku karya Abdul Halim M. Abu Syuqqah ini. Pada jilid pertama, beliau mengupas tuntas karakter wanita yang dikaitkan dengan hadits yang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai dalil bahwa kaum wanita paling dominan menghuni neraka. Kenyataannya ada kelompok yang pro dan kontra terhadap wanita, tetapi Dr. Yusuf Qardhawi dalam pengantar buku ini berujar bagi yang terlanjur hendaklah surut dan yang tertinggal hendaklah menyusul. Tentang pentingnya buku ini, Muh. al-Ghazali mengatakan bahwa semestinya kajian seperti ini sudah dimulai sejak berabad-abad yang lalu.




Kebebasan Wanita (Tahrirul Mar'ah) ; Jilid 2 karangan Imam Abdul Halim Abu Syuqqah.

Sinopsis Buku:

Ditengah perkembangan peradaban manusia muncul fenomena kebebasan wanita serta kiprahnya dalam kehidupan sosial dan politik. Sebenarnya, fenomena seperti itu bukan "barang" baru dalam Islam karena pada zaman kerasulan Muhammad saw. pun muncul tokoh Aisyah r.a. yang aktif memantau keadaan umat, Hafshah yang sangat prihatin atas krisis yang melanda kekhalifahan Islam, dan tokoh-tokoh wanita lainnya yang senantiasa berinteraksi dengan masyarakat, baik sebelum maupun sesudah hijab diwajibkan. Namun, terdapat hal mendasar yang membedakan fenomena pada kedua zaman tersebut. Pada zaman kerasulan, kiprah wanita dalam dunia sosial dan politik diawali dengan motivasi karena Allah dan diatur oleh etika sehingga yang diperjuangkan adalah pengembatian wanita pada peran dan fitrahnya. Sedangkan, pada zaman sekarang yang muncul adalah propaganda emansipasi yang menggiring wanita pada pengingkaran terhadap fitrah. Akibatnya, kancah sosial dan politik menjadi wahana persaingan wanita dan laki-laki.

Sebagai pengejawantahan atas pribadi luhur tokoh-tokoh wanita pada zaman kerasulan yang dikupas pada jilid pertama, jilid kedua buku "Kebebasan Wanita" ini mengupas berbagai hadits dan ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan aktivitas wanita dalam kancah sosial kemasyarakatan dan politik. Anda yang berminat mengamati kebebasan wanita dalam konteks Islam, sangat tepat jika membaca buku ini.

:: Selamat membaca dan membedah Kitab! :)